Indahnya 10 Objek Wisata Tak Biasa di Sankt Peterburg!

- Penulis

Wednesday, 21 February 2024 - 05:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; russian beyond

Foto ; russian beyond

Akademi Seni & Desain Dalam Negeri Stigelitz

Tampak mirip seperti Istana Venesia, akademi ini dibangun berkat bantuan dana dari seorang bankir dan filantropis Alexander Stieglitz pada akhir 1870-an.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fasadnya dihiasi dengan relief-relief, tiang-tiang yang bertautan, dan batu mosaik. Di dalamnya, terdapat aula megah dengan lukisan dinding dan lengkungan yang terletak di bawah kubah kaca transparan dan logam berukuran besar.

Museum Seni Terapan dengan koleksi artefak Eropa dari abad ke-14 hingga ke-19 dapat ditemukan di dalam gedung akademi ini. Anda juga dapat melihat berbagai era dan gaya sejarah yang berbeda pada dekorasi ke-32 aulanya — mulai dari zaman kuno hingga ‘terem’ (rumah dongeng Rusia).

2. Tujuh Titik Jembatan (Semimostye)
Lokasi: Sadovaya Ulitsa, 2

Menurut kepercayaan warga setempat, jika Anda berhenti di persimpangan Kanal Griboyedov dan Kanal Krykov lalu menghitung tujuh jembatan di sekitar Anda, maka keinginan hati Anda akan terkabul.

Namun, supaya hal itu benar-benar terwujud, Anda disarankan melakukannya pada tanggal tujuh, pukul 7 malam.

Lantas, bagaimana cara melihat tujuh jembatan tersebut? Pertama-tama, Anda harus berhenti di Jembatan Pikalov (1), sehingga menara lonceng Katedral Angkatan Laut Sankt Peterburg yang berwarna putih dan biru berada di sisi kiri Anda.

Jika sudah, maka di depan Anda, seharusnya akan terlihat Jembatan Krasnogvardeysky (2) di atas kanal Griboyedov dan di belakangnya, Jembatan Novo-Nikolsky (3). Di sisi kanan Anda, di atas Kanal Kryukov, akan terlihat Jembatan Staro-Nikolsky (4) dan di belakangnya, Jembatan Smezhny (5).

Jika Anda membelakangi Jembatan Krasnogvardeysky, maka Anda akan melihat Jembatan Mogilevsky (6) di Kanal Griboyedov. Di sisi kanan, di Kanal Kryukov, Anda akan bisa melihat Jembatan Kashin (7).

3. Museum ‘Apotek Dokter Poehl’
Lokasi: 7-y Vasil’yevskiy Ostrov, 16

Konon, apotek ini sudah berusia lebih dari 250 tahun. Pemiliknya yang paling terkenal adalah apoteker bernama Willhelm (Vasily) Poehl. Di dalam apotek itu, Poehl mendirikan salah satu laboratorium kimia pertama di Rusia dan memulai produksi obat-obatannya sendiri pada 1850.

Kini, Apotek Dokter Poehl dialihfungsikan sebagai museum. Interior bersejarahnya telah direstorasi — dan museum ini menampilkan koleksi instrumen serta mesin medis dari berbagai era. Akan ada pemandu yang menjelaskan tentang bagaimana farmasi berkembang di Rusia dan hal unik yang bisa Anda temui di dalam museum jika Anda berkunjung ke sana.

Hal-hal unik tersebut antara lain asal-usul buaya terpajang di dinding apotek, hingga legenda soal Menara Griffin yang tersembunyi di halaman apotek. Sementara di ruang bawah tanahnya, Anda bisa melihat laboratorium kimia yang sesungguhnya!

4. Dek observasi di menara lonceng Katedral Smolny
Lokasi: Ploschad Rastrelli, 1

Jika Anda penyuka pemandangan dari barisan pilar Katedral Isaakievskiy, naiklah ke menara lonceng Katedral Smolniy yang dibangun oleh Bartolomeo Rastrelli pada abad ke-18 ini.

Dek observasi yang berada di menara lonceng tersebut adalah yang tertinggi di penjuru Sankt Peterburg. Meski tak ada area panorama yang melingkar, tapi ada tiga lorong yang menyajikan pemandangan bekas Biara Smolniy, Sungai Neva, dan salah satu jembatan terindah Sankt Peterburg — Jembatan Bolsheokhtinsky.

5. Wihara Buddha Datsan Gunzechoinei
Lokasi: Primorsky Prospekt, 91

Wihara Buddha (datsan) ini memiliki taman di bagian dalamnya yang seolah seperti pulau ketenangan. Suasana tenang di sekitarnya benar-benar mampu membuat seseorang untuk berpikir tentang makna kehidupan.

Di sana, Anda juga bisa mencoba keberuntungan dengan memutar roda doa, mengamati simbol-simbol keberuntungan yang digantung, dan patung-patung singa.

Datsan Sankt Peterburg adalah wihara Buddha pertama di Eropa — dan hingga 2014, menjadi wihara yang berada di lokasi paling utara di dunia. Datsan Gunzechoinei dibangun dengan desain Nothern Art Nouveau dan ditahbiskan pada 1915.

Di dalamnya, Anda juga bisa melihat jendela kaca bercorak yang direstorasi dari sketsa milik pelukis Nicholas Roerich. Para biksu biasanya mengunjungi wihara ini setiap hari Minggu.

6. Pulau New Holland
Lokasi: Naberezhnaya Admiralteyskogo Kanala, 2

Baca Juga:  Dua Oknum Polisi di Riau Dicopot usai Marahi Korban Pemerkosaan

Meski berukuran kecil, tetapi nuansa di pulau ini sangat nyaman dan ia memiliki danau tersendiri di dalamnya.

Pulau ini pun menjadi sebuah kawasan terpadu beberapa tahun lalu — dengan jajaran restoran dan toko-toko yang modern, area untuk pameran, lorong-lorong yang teduh, taman hiburan mini, dan lapangan terbuka yang dijadikan arena seluncur es saat musim dingin.

Semua fasilitas itu dibangun di antara arsitektur industri sebelum revolusi yang masih dipertahankan sampai saat ini.

Dulunya, Pulau New Holland dimiliki Angkatan Laut Rusia. Saat itu, kayu-kayu yang digunakan untuk membangun kapal dikeringkan di sana. Kemudian pada 1830, sebuah bangunan berbentuk bundar dan pekarangan dibangun di Pulau New Holland — semula ditujukan untuk penjara.

Di masa sekarang, bekas penjara tersebut dijadikan kafe dan toko, sementara sebuah panggung dipasang di pekarangannya.

7. Tret’ye Mesto
Lokasi: Liteyny Prospekt, 62

Tempat ini juga merupakan kawasan seni — tetapi bedanya, ia berlokasi di sebuah rumah bersejarah dari abad ke-19.

Tret’ye Mesto sering menjadi tuan rumah pameran seni modern, seminar, pertunjukan seni, konser, hingga pemutaran film.

Anda harus mengintip ke dalam rumah megah itu untuk bisa merasakan atmosfer khas Peterburg dan menjelajahi interor yang tak lekang oleh waktu.

Tret’ye Mesto memiliki halaman belakang yang kecil dan belum direstorasi, sehingga nuansa kemewahan ala zaman dulunya tetap terjaga.

8. Tanggul dekat Lakhta Center
Lokasi: Vysotnaya Ulitsa, 1

Pada 2023, sebuah tanggul dibangun di dekat lantai dasar gedung pencakar langit tertinggi di Eopa dan Sankt Peterburg, Lakhta Center.

Di tanggul itu, Anda dapat berjalan-jalan di sepanjang area pejalan kaki, bermain skateboard, sepatu roda atau bersepeda, hingga bersantai di ayunan dan bangku yang sudah dilengkapi wireless charge. Anda juga bisa berjemur di amfiteater — yang di hiasi dengan objek seni dari kaca ‘Feather’.

Dari tanggul tersebut, Anda bisa menikmati panorama futuristik: tiga bendera raksasa simbol berbagai era Rusia (modern, Soviet, dan kekaisaran) dikibarkan di tiang tertinggi di Eropa — 175 meter, stadion Gazprom Arena, dan Jembatan Kabel. Selain itu, di sisi kanan Anda bisa melihat replika kapal perang Poltava dari zaman Pyotr yang Agung.

9. Kantor Faust di Perpustakaan Nasional Rusia
Lokasi: Sadovaya Ulitsa, 18

Jika Anda penyuka suasana perpustakaan kuno, maka Anda akan menyukai aula bergaya Gotik yang ada di dalam kantor Faust ini. Interiornya dapat mengingatkan Anda pada sel biara Eropa abad ke-15.

Ruangan dengan kubah melengkung dan jendela bercorak ini dirancang pada 1857 untuk menyimpan buku-buku tebal yang diterbitkan sebelum 1501 — incunabula (buku, pamflet, atau selebaran yang dicetak pada tahap paling awal percetakan di Eropa).

Pada awalnya, ruangan ini berisi buku-buku catatan awal yang dirantai di rak-raknya, sesuai dengan tradisi lama. Ruangan itu kemudian disebut ‘Aula Incunabula’. Tak lama setelahnya, karena ruangan ini sangat mirip dengan kantor ilmuwan abad pertengahan Faust — maka sebuah julukan baru pun melekat padanya, yaitu ‘Kantor Faust’.

Di Kantor Faust juga menyimpan buku-buku dari perpustakaan Louis XIV, Anne dari Austria, Marquise de Pompadour, Kardinal Richelieu, Napoleon, dan buku-buku cetakan pertama dengan aksara kuno Peter pada 1708, cetakan koran ‘Vedomosti’ pertama pada 1703, dan berbagai berkas-berkas langka lainnya. Anda dapat mengunjungi Kantor Faust dengan cara mendaftar di agen-agen tur resmi.

10. Annenkirche
Lokasi: Kirochnaya Ulitsa, 8B

Jika dilihat dari luar, bangunan Gereja Lutheran St Anne memang terlihat biasa saja dan jika Anda masuk ke dalamnya, maka Anda akan disambut oleh dinding-dinding kosong.

Hal ini dikarenakan sejak kebakaran hebat melanda gereja itu pada 2002, interiornya sampai sekarang belum direstorasi.

Namun, ada sisi menariknya: penyelenggara acara bdaya menghias ruangan berdinding kosong itu dengan cahaya dan dekorasi yang memberikan efek teatrikal. Karena, selain untuk acara kebaktian — gereja Annenkirche juga biasa menjadi tuan rumah acara konser, pameran, bazar, dan kajian.

Berita Terkait

Kisah Petualangan | Novel Thriller Untukmu Yang Menyukai Tantangan
Gauli Sepupu Sendiri, Ketut Resmi Berstatus Tersangka
Menu Sahur, Resep Super Simpel
Mei 1998 Runtuhnya Kerajaan Bisnis Salim Group
Jelang Sidang Tahunan | Topik Apa Akan Jadi Fokus Sidang Tahunan KRN & MPPR 2024
Foto: Upaya Digitalisasi Angkutan Umum di Bandung
Peduli Isu Hewan Terlantar, Binaragawan Siberia Berpose dengan Anjing & Kucing
Kerap Terjadi | Perundungan di Sekolah & Urgensi Pendidikan Agama Sejak Dini
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Wednesday, 21 February 2024 - 06:21

Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph

Friday, 2 February 2024 - 04:28

Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat

Berita Terbaru

Ilustrasi Tidur. Sumber Foto : Freepik.com

Headline

Gauli Sepupu Sendiri, Ketut Resmi Berstatus Tersangka

Saturday, 23 Mar 2024 - 15:33

Headline

Menu Sahur, Resep Super Simpel

Thursday, 14 Mar 2024 - 15:46

Foto ; tionghoainfo

Bisnis

Mei 1998 Runtuhnya Kerajaan Bisnis Salim Group

Tuesday, 12 Mar 2024 - 01:24

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x